Assalamualaikum Warohmah.

Sebagai muslim tentu kita tidak boleh bosan-bosan untuk bersholawat kepada baginda Nabi Muhammad SAW, karena dengan sholawat maka harapan utama kita adalah ketika kita sudah harus mendapati taqdir umur yang telah berahir dan harus meninggalkan dunia ini, sementara bekal amal ibadah kita tentu belum dapat kita jadikan andalan untuk menghadap ke Yang Maha Kuasa Alloh Subhaanahu wata'ala karena begitu banyaknya dosa dan amal ibadah yang tidak seberapa itupun belum tentu diterima oleh Alloh Subhanahu Wata'ala, maka disitulah kita berharap dapat diselamatkan dari fitnah-fitnah kubur dan fitnah-fitnah akherat dari  mendapatkan syafaat dari beliau junjungan dan kekasih kita Rosulillah Shollallohu Alaihi wasallam. Dari Syafaat Rosulillah SAW itu kita akan menempuh perjalanan panjang menuju kepada keabadian dan ditempatkan di surganya Alloh SWT atas RohmatNya. Bersholawat merupakan ekspresi dan tanda cinta kepada beliau, maka sudah sepatutnya dan sepantasnya kita menampakkan cinta kita dengan melantunkan sholawat.Sholawat Dalailul Khoirot merupakan salah satu pilihan sholawat yang tepat agar kita dapat mengistiqomahkan amalan wirid sholawat.

Sejarah Dalailul Khoirot

Wirid atau sholawat dalailul khoirot ini pertama kali disusun oleh seorang ulama berkebangsaan Maroko bernama Syekh Abu Abdillah Muhammad bin Sulaiman Al Jazuli yang wafat pada tahun 870 H/1465 M. Dalailul Khoirot merupakan kitab kumpulan sholawat nabi yang sumbernya dari hadits dan berisikan doa-doa serta pujian pujian keagamaan yang disusun berdasarkan 99 nama Allah SWT yang baik.

Syekh Sulaiman Al Jazuli pernah mengasingkan diri selama 14 tahun untuk untuk fokus ibadah (khalwat), banyak orang yang melakukan pertaubatan di tangan beliau, beliau juga dikenal sebagai ulama yang memiliki segudang karamah karena kewaliannya dan memiliki banyak pengikut yang tersebar di saentero Maroko.

Beliau wafat di kota Sus akibat diracun, beliau wafat tatkala tengah melakukan sujud sholat subuh. Pasca 77 tahun setelah wafatnya beliau, jenazah Syeh Al Jazuli dipindahkan ke kota Marrakesh namun menurut kesaksian jenazah beliau tampak utuh ketika dipindahkan.

Keutamaan dan Manfaat Dalailul Khoirot

Diantara keutamaan membaca sholawat dalailul khoirot adalah segala hajat para pengamalnya akan mudah terkabul, selain itu membawa pembaca pada derajat wushul, yaitu tersambung kepribadiannya kepada rasulullah. Di sisi lain keutamaan daripada wirid ini adalah nyawa mudah tercabut saat sakaratul maut.

Manfaat lain adalah lancarnya rezeki, tercapainya cita cita kehidupan dunia dan akherat, membantu menundukkan lawan sehingga menjadi kawan, mempermudah penyelesaian masalah hidup, terakhir apabila wirid dalailul khoirot dibaca dengan cara tertentu dapat digunakan sebagai pengobatan berbagai penyakit baik fisik maupun psikis.

Tradisi wirid Sholawat Dalailul Khoirot di Masjid Baitul Makmur Sekardangan 

Di Sekardangan ada seorang ulama Tasawwuf yang cukup terkenal bernama K.H. Imam Mahdi yang meninggal dunia pada tahun 1986. Beliau selain seorang ulama yang mengajarkan tentang ilmu Aqo'id juga menjadi Mursyid sholawat Dala'ilul Khoirot yang memiliki sanad langsung dari dua ulama besar yang merupakan guru beliau yaitu Syeh K.H. Sibawaeh Al Baghowi Tlogo Kanigoro Blitar dan Syeh Manshur bin Abu Manshur Kalipucung Sanankulon Blitar. Beliau juga membuka majelis-majelis ilmu di beberapa daerah di luar Sekardangan antara lain di Bendilwungu Kalidawir Tulungagung dan sekitarnya, Desa Combong Garum Blitar, Desa Tanggung Bence Garum Blitar, Desa Mandesan Selopuro Blitar, Desa Bendelonje talun Blitar, Desa Bacem Lodoyo/ Sutojayan Blitar dan daerah lainnya. 

Secara rutin di Sekardangan tepatnya di Masjid Baitul Makmur diadakan HAUL SYEH MU'ALLIF DALA'ILUL KHOIROT setiap tahun yang dihadiri oleh seluruh jama'ah majelis-majelis ilmu dari beberapa daerah  terutama yang telah mendapatkan Ijazah Wirid sholawat Dala'ilul Khoirot dari beliau Abah KH. Imam Mahdi. Dan beliau menamakan Jam'iyyah wirid sholawat Dala'ilul Khoirot dengan nama "JAWIROD" ( JAM'IYYAH WIRID DALA'ILUL KHOIROT). 

Setiap pelaksanaan HAUL biasanya akan menghadirkan seorang ulama yang sekaligus juga Mursyid/ mu'jiz sholawat Dalail untuk memberikan ijazah kubro kepada para jama'ah. 

Pada sekitar tiga bulan menjelang beliau wafat, beliau telah meninggalkan wasiat kepada putera keduanya yang bernama Saiq Saiful Hadi ( saya sendiri ) untuk melanjutkan menjadi mursyid Sholawat Dala'ilul Khoirot dan meneruskan tradisi Haul Mu'allif Dalailul Khoirot. Dan Alhamdulillah sampai hari ini tradisi tersebut masih dapat terlaksana setiap bulan Robi'ul Awwal. 

Mudah-mudahan tulisan ini dapat memberikan informasi kepada para pecinta sholawat meskipun belum lengkap. Fa insyaalloh akan saya lengkapi pada blok berikutnya. Tidak lupa saya mohon maaf apabila ada kekeliruan dalam menyampaikan tulisan ini dan kritik, saran dan masukan sangat saya harapkan.

Terimakasih 
Wassalamualaikum Warohmah.

Komentar